Benih Terong Hybrid F1 S.Farm Technology
Rp 17.000| Kode | PTS09 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Bibit/Benih Tanaman, Pertanian |
Spesifikasi:
Merk : S A Farm Tech
Varietas : Karuna
Kemasan uji lapang : 100 biji/seed
Benih Terong Hybrid F1 S.Farm Technology
Budidaya terong sangat dipengaruhi musim hujan/kemarau. Curah hujan berlebihan menyebabkan busuk akar (root rot), sementara kemarau meningkatkan serangan hama (kutu kebul, ulat grayak). Meskipun mereka telah mengikuti prosedur penanaman bibit terong yang tepat, namun masih banyak petani yang mengalami kerugian besar hanya karena serangan hama seperti ulat daun, kutu daun, atau lalat buah.
Hama adalah salah satu penyebab utama kegagalan panen, yang membuat hasil tidak memuaskan dan bahkan bisa mencapai titik impas yang hampir tidak mungkin.
Jawaban atas masalah ini bukan hanya soal pupuk atau pestisida. Yang lebih mendasar adalah memilih bibit yang unggul dari awal. Kini tersedia bibit terong tahan hama, hasil seleksi genetik dan teknologi pertanian modern yang memungkinkan tanaman lebih kuat secara alami tanpa tergantung pestisida kimia berlebihan.
Bibit ini telah melalui pengujian di berbagai kondisi lahan dan terbukti lebih tahan terhadap serangan hama daun dan akar, sekaligus menghasilkan buah yang lebih besar dan seragam.
Kenapa Pilih Benih Terong Hybrid ORI S A Farm Technology yang Anti Virus?
- Tanaman tumbuh cepat, kokoh dengan banyak cabang.
- Resistensi tinggi terhadap hama utama seperti ulat daun dan trips.
- Tahan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk batang.
- Produksi buah lebih stabil meski di musim ekstrem.
- Minim penggunaan pestisida sehingga lebih hemat biaya dan lebih ramah lingkungan.
- Buah berwarna ungu kehitaman mengkilat.
- Umur panen lebih singkat mulai umur 68 hari sejak penanaman, cocok untuk perputaran tanam cepat.
- Rasa daging buahnya renyah dan agak manis.
- Potensi hasil bisa mencapai 67 ton per hektar.
- Harga jual tinggi karena bentuk dan warna buah yang seragam.

Benih Terong Hybrid F1 S.Farm Technology
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 215 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dalam praktik pertanian modern, efisiensi aplikasi pupuk dan pestisida menjadi faktor kunci untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Namun, petani sering menghadapi masalah seperti: Hilangnya larutan semprot akibat penguapan, drift (terbawa angin), atau runoff (aliran permukaan), sehingga mengurangi penyerapan nutrisi dan pestisida. Ketidakrataan distribusi larutan di permukaan daun, menyebabkan beberapa bagian tanaman tidak terlindungi atau terpenuhi kebutuhan… selengkapnya
Rp 137.000Apakah Anda pernah merasa sudah melakukan semuanya—menyiram, memupuk, dan merawat tanaman setiap hari – tapi hasilnya masih begitu-begitu saja? Sayur layu sebelum panen. Buah rontok sebelum matang. Tanaman hias? Daunnya pucat, warnanya kusam, dan tunas jarang muncul. Mungkin Anda lupa, bukan tanaman yang gagal tumbuh. Kadang, kita hanya belum menemukan pupuk yang tahu cara bekerja… selengkapnya
Rp 148.000


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.